Jumat, 27 Mei 2011

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BAB 1
KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

1.1 Sistem dan Informasi
Informasi merupakan sumber daya yang sangat penting bagi organisasi. Informasi tidak hanya diperlukan oleh pihak-pihak di dalam perusahaan, melainkan juga oleh pihak-pihak di luar perusahaan. Pihak didalam perusahaan atau pihak intern meliputi para manajer dan karyawan. Para manajer memerlukan informasi dalam rangkan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengendalian aktivitas perusahaan. Sedangkan karyawan memerlukan informasi untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Pihak di luar perusahaan atau pihak ekstern yang memerlukan informasi antara lain: pembeli dan pengguna jasa, kreditur, investor, pemasok dan kantor pajak. Masing-masing pihak ekstern ini mempunyai kepentingan yang berbeda-beda, sehingga penyajian informasi untuk pihak ekstern biasanya dibuat berdasarkan standar umum yeng telah ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu. Misalnya, pembeli dan pengguna jasa memerlukan informasi berkaitan dengan barang/jasa apa yang tersedia, bagaimana cara memperolehnya, berapa harganya dan lain-lain. Kreditur akan memerlukan informasi berkaitan dengan penetapan kebijakan khususnya keputusan pemberian kredit kepada peruahaan tersebut.
Infromasi yang berguna bagi pemakainya dihasilkan oelh sistem informasi yang baik. Informasi yang baik adalah informasi yang dapat disediakan pada waktu yang diperlukan, handal dan dapat dipercaya. Informasi yang disediakan menyangkut hal-hal yang relevan saja. Sistem informasi yang baik dirancang dengan baik pula, disertai dengan kerja sama berbagi pihak yang terlibat.
A. Definisi Sistem
Definisi sistem menurut C. West Churchman dalam bukunya berjudul The Systems Approach yang diterjemahkan oleh Amirin(1996:11) sebagai berikut: Sistem adalah sistem sebagai sesuatu yang tersusun dari sekumpulan komponen yang bergerak bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan sistem tersebut.
Sedangkan definisi sistem menurut Jogiyanto Hartono (1999:4) menjelaskan bahwa: Sistem adalah suatu jaringan dari pada elemen-elemen yang saling berhubungan, membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Terdapat dua kelompok dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedur dan menekankan pada komponen-komponennya atau elemennya. Menurut Andri Kristanto, sistem yang menekankan pada prosedur dan elemennya adalah sebagai berikut:
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melaksanakan suatu kegiatan atau menyelesaikan sasaran tertentu. Sistem juga merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerjasam untuk memproses masukan yang ditujukan pada sistem tersebut dan mengolahnya sampai menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Suatu sistem mempunyai maksud tertentu. Ada yang menyebutkan maksud dari sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan ada yang menyebutkan untuk mencapai suatu sasaran (objectives). Goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Antara tujuan dan sasaran digunakan secara bergantian dan tidak dibedakan tergantung dari ruang lingkup sistemnya.
Sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yaitu: mempunyai komponen sistem (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran atau tujuan.
1. Komponen Sistem
Suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan.
2. Batasan Sistem
Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
3. Lingkungan Luar Sistem
Suatu sistem yang ada diluar batas yang mempengaruhi suatu sistem tertentu, dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan.

4. Penghubung Sistem
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainya yang memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem dengan subsistem lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung dan dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem lain sehingga membentuk satu kesatuan.
5. Masukan Sistem
Merupakan bahan atau energi yang dimasukan ke dalam suatu sistem dapat berupa masukan perawatan (maintenance) atau masukan (signal input). Masukan perawatan adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroprasi sedangkan masukan signal adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
6. Keluaran Sistem
Keluaran merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan manjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
7. Pengolah Sistem
Merupakan bagian yang mengolah proses masukan menjadi keluaran
8. Sasaran Sistem
Merupakan suatu tujuan yang akan dicapai oleh sebuah sistem.
B. Definisi Informasi
Informasi merupakan hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berguna dan berarti dari suatu kejadian
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah: kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Dengan kata lain sumber informasi adalah data, data menggambarkan suatu kejadian yang sedang terjadi, dimana data tersebut akan diolah dan diterapkan dalam sistem menjadi input yang berguna dalam suatu sistem.
Agar informasi tersebut berguna bagi pihak yang memerimanya, maka harus memenuhi kualitas tertentu. Adapun kualitas informasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Akurat
Suatu informasi yang dihasilkan harus bebas dari kesalahan-kesalahan dapat dipercaya dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerimanya.
2. Tepat Waktu
Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang diterima terlambat maka informasi tersebut sudah tidak berguna lagi dan tidak mempunyai nilai yang baik.
3. Relevan
Suatu informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima, sebab informasi iniakan berguan untuk pengambilan suatu keputusan dalam pemecahan suatu permasalahan
4. Ekonomis dan Efisien
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibanding dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan uang tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya.
1.2. Hubungan berbagai Sistem Informasi
Informasi yang diperlukan oleh manajemen dapat berasal dari pihak laindi luar perusahaan (disebut informasi eksternal) dan dari dalam perusahaan sendiri (disebut informasi internal). Informasi internal lebih mudah didapatkan dari pada informasi eksternal, karena datanya sudah tersedia di dalam perusahaan dan sumbernya pasti. Sehingga manajemen dapat mengolah data menjadi informasi yang sesuai dengan keinginannya. Informasi eksternal jauh lebih bervariasi baik sumbernya, formalitasnya maupun bentuknya.
Sistem informasi sangat luas pengertian dan lingkupya, sehingga dibutuhkan sumber daya yang tidak sedikit untuk menyusunnya. Oleh karena itu perlu dibagi-bagi lagi menjadi berbagai jenis sistem yang lebih sempit. Berbagai sistem informasi ini saling berkait, saling mendukung dan saling bekerja sama, sehingga membentuk suatu supra sistem atau sistem yang lebih besar, yaitu sistem informasi manajemen. Dengan demikian suatu sistem informasi manajemen terdiri dari berbagai subsistem, antara lain:
a. Sistem informasi pemasaran
b. Sistem informasi personalia
c. Sistem informasi aktiva
d. Sistem informasi akuntansi
e. Sistem otomatisasi kantor.
Salah satu subsistem yang banyak diperlukan dalam perusahaan adalah sistem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi disusun untuk mengumpulkan data akuntansi dan mengolahnya menjadi informasi akuntansi, yang kelak akan digunakan manajemen untuk bahan pengambilan keputusan.
Sebagai sistem yang cukup besar, sistem informasi akuntansi mempunyai beberapa subsistem atau komponen, diantaranya adalah:
1. Sistem pembelian
2. Sistem penjualan
3. Sistem piutang dagang
4. Sistem pengawasan
5. Sistem penggajian
6. Sistem buku besar
7. Sistem akuntansi biaya
8. Sistem penganggaran
Apabila digambarkan maka hubungan masing-maisng subsistem tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
















BAB 2
KOMPONEN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


Seperti juga bentuk sistem yang lain, sistem informasi akuntansi terdiri dari berbagai komponen, yaitu: manusia, komputer dan mesin otomatisasi, program komputer, database, sistem pengkodean, dokumen dan laporan.
2.1. Pihak-pihak yang Terlibat
Pihak yang terlibat dalam suatu sistem informasi adalah: operator, pustakawan, manajer, dan administrator.
A. Operator
Operator bertugas mengelola data, dimulai dari penyiapan data hingga pemasukan data ke sistem komputer. Data dapat dimasukkan secara langsung ke dalam komputer pada saat terjadinya transaksi. Data juga dapat dicatat secara manual ke dalam suatu dokumen dan secara periodik dipindahkan ke sistem komputer.
B. Pustakawan (librarian)
Pustakawan bertugas menimpan data dan program secara terpisah dari ruang komputer. Tidak semua data dan program perlu disimpan di komputer, karena tempat yang tersedia terbatas. Data yang sudah tidak atau jarang digunakan akan disimpan secara terpisah (misalnya dalam bentuk pita, cartridge, kaset, disket, dan lain sebaginya).
C. Manajer
Manajer adalah pemakai akhir dari sistem informasi. Dialah yang akan berkomunikasi dengan komputer untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan keputusan yang akan diambil.
D. Administrator
Administrasi database adalah orang yang bertanggungjawab terhadap tersedianya data sekaligus keserasian dan keterpaduan data yang ada di dalam sistem. Dia merancang data sedemikian rupa, sehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan yang diharapkan.
Rancangan sistem akan membentuk suatu sasaran yang akan diterapkan. dalam merancang sistem selalu memerlukan perangkat lunak dan perangkat keras komputer sebagai pendukungnya. Aspek lebih lanjut dari rancangan sistem adalah merupakan suatu sistem yang dapat dimanfaatkan oleh pengolah sistem maupun operator. Perancang sistem adalah orang yang merancang sistem, mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasi pemecahan masalah.
2.2. Komputer dan Mesin Otomatisasi
Komputer merupakan perangkat keras yang digunakan untuk menginput dan memproses data sehingga menjadi informasi. Sesuai dengan fungsinya, perangkat komputer terdiri dari: perangkat masukan, perangkat penyimpan, prosesor, periperal dan perangkat keluaran.
Definisi komputer dalam Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1990: 93) adalah: Komputerisasi adalah penggunaan komputer (dalam menghitung mengolah data dan sebagainya) secara besar-besaran. Menurut Donald H. Sanders dalam bukunya Computer Today komputer adalah: Sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input dan menghasilkan output.
Meskipun komputer sudah dapat digunakan untuk mengolah dan memproses banyak pekerjaan, namun masih diperlukan mesin otomatisasi yang lain. Mesin-mesin otomatisasi lain yang sering digunakan adalah seperti: pesawat faksimile (atau fax), pesawat telepon dan sebagainya.
2.3. Program Komputer
Program komputer merupakan perngkat lunan untuk menggunakan komputer. Tanpa program komputer, maka komputer tidak akan berfungsi. Berdasarkan kegunaanya, program koputer dapat digolongkan menjadi:

a. Sistem operasi
Berisi perintah dasar untuk menjalankan komputer dan mengolah file sehingga seperti pekerjaan administrasi di sebuah kantor.
b. Bahasa komputer
Digunakan untuk membuat program aplikasi komputer.
c. Program aplikasi
Adalah program yang siap digunakan untuk mengolah data menjadi informasi.
2.4. Database
Database merupakan kumpulan berbagai data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi. Data yang sejenis akan disimpan dalam satu file tersendiri, misalnya data pemasok, data barang dagangan, dan data transaksi. Masing-masing akan disimpan dalam file tersendiri sehingga akan terdiri dari tiga file. Semua dile akan saling berhubungan sehingga dapat menghasilkan informasi yang diperlukan.
2.5. Sistem Pengkodean
Kode sama pentingnya dalam penyelenggaraan sistem informasi akuntansi. Data yang panjang dan bersifat repetitif (berulang) dapat disingkat menjadi beberapa digit atau karakter saja. Ada empat (4) cara pembuatan kode, yaitu:
a. Sistem mnemonik
Adalah suatu bentuk sigkatan untuk mewakili suatu objek.
b. Sistem urutan
Merupakan sistem pengkodean yang paling mudah, karena pemakai tinggal menggunakan urutan angka atau abjad untuk mewakili suatu objek.
c. Sistem blok
Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem urutan, dimana sistem ini memiliki satu blok untuk diisi dengan data yang berkarakter sejenis.
d. Sistem group
Sistem group menggunakan gabungan beberapa huruf atau angka untuk menggambarkan suatu objek.
Syarat pembuatan kode, yaitu:
1. Setiap kode harus unik.
2. Sederhana.
3. Ringkas.
4. Luwes.
5. Mempunyai karakter/digit yang sama.
2.6. Dokumentasi
Sistem informasi yang baik sering kali ditandai dengan dokuentasi yang baik pula. Dokumentasi meliputi: daftar, skema, uraian dalam bentuk kata-kata, bagan alir, cetakan program, contoh formulir, dan tabel kolom.
Dokumentasi dapat dibedaka menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Dokumentasi untuk sistem informasi manual
b. Dokumentasi untuk sistem informasi terkomputerisasi
c. Dokumentasi untuk kedua sistem informasi tersebut.
2.7. Laporan
Laporan merupakan keluaran suatu sistem informasi. Laporan dapat diklasifikasikan ke berbagai kelompok berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya: berdasarkan tujuan, Berdasarkan lingkup informasi yang disajikan, berdasarkan waktu pembuatan, bentuk dan fungsi operasinya.
















BAB 3
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


3.1 Analisis Sistem
Pengerjaan penyusunan sistem informasi akuntansi diawalai dengan tahap yaitu analisis sistem. Tahap ini dilaksanakan dengan maksud:
a. Untuk mendapatkan data tentang kegiatan utama perusahaan.
b. Untuk menyakinkan perancang sistem dan manajemen bahwa sistem yang sekarang ada memang perlu diperbaiki.
c. Untuk membandigkan data, terutama antara data standar dengan data sesungguhnya.
Analisis sistem ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu:
1. Survai sistem yang sekarang ada.
Pada tahap pertama ini, perancang sistem menentukan lingkup survai. Data yang dikupulkan biasanya berhubungan dengan:
- Elemen sistem informasi, yaitu file dan database, keluaran, pengawasan, dan prosedur pemrosesan.
- Sumber daya sistem informasi, misalnya karyawan, perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan.
Perancang sistem, akan mendapatkan data dapat berasal dari dalam perusahaan (data internal) maupun yang berasal dari pihak di luar perusahaan (data eksternal). Pada tahap survai ini terdapat beberapa pertanyaan yang perlu dijawab, meliputi:
- Apa yang dikerjakan?
- Bagaimana hal itu dikerjakan?
- Siapa yang mengerjakan?
- Dimana hal itu dikerjakan?
2. Analisis hasil temuan.
Pada tahap selanjutnya setelah dilakukan survai adalah analisis hasil temuan. Pada tahap ini, perancang akan menjawab beberapa pertanyaa, meliputi:
- Mengapa hal itu dikerjakan?
- Seberapa baik hal itu dikerjakan?
- Apakah hal itu perlu dikerjakan?
- Apakah ada cara lai yang lebih baik?
Sudah barang tentu masiih banyak pertanyaan sejenis lainnya yang perlu diajukan pada tahap analisis hasil temuan ini.
3. Identifikasi kebutuhan manajemen akan informasi.
Terdapat dua pendekatan yang dapat dipakai dalam identifikasi kebutuhan informasi ii, yaitu:
a. Pendekatan atas ke bawah (top-down approach)
b. Pendekatan bawah ke atas (botton up approach)
Untuk megidentifikasi kebutuhan manajemen akan informasi, hanya pendekatan atas ke bawahlah yang tepat utnuk digunakan.
Langkah-langkah pada pendekatan ini adalah sebagai berikut:
- Identifikasi keputusan tiap manajer.
- Tentukan pengukuran kinerja yang digunakan.
- Analisis proses pengambilan keputusan.
- Analisis informasi yang diperlukan.
4. Studi kelayakan.
Studi kelayakan juga dapat dilaksanakan pada tahap analisis sistem. Studi kelayaka ini untuk menentukan apakah sistem yang baru layak dirancang atau tidak.
Ada tiga jenis kelayakan, yaitu:
a. Layak secara teknis.
Yaitu: apakah teknologi yang digunakan mencukupi kebutuhan sistem informasi atau malah terlalu berlebihan.
b. Layak secara operasional
Yaitu: apakah sistem yang baru nanti dapat dilaksanakan oleh karyawan perusahaan tersebut.


c. Layak secara ekonomis.
Yaitu: apakah sistem yang baru mendatangkan manfaat ekonomis yang elbih besar dari pada pengorbanan yang harus dikeluarkannya.
5. Identifikasi persyaratan sistem yang baru.
Indentifikasi persyaratan ini terutama dilaksanakan untuk mengetahui gambaran menyeluruh sistem yang sekarang dipakai. Dengan demikian ia sudah dapat menentukan persyaratn untuk sistem yang baru nantinya. Persyaratan ini dapat berasal dari perbaikan sistem lama ataupun persyaratan yang baru dibuat.
6. Menyerahkan laporan analisis sistem kepada manajemen.
Tahap analisis sistem akan diakhiri dengan penyerahan laporan kepada manajemen. Teknik penulisan laporan, secara umum meliputi:
- Jarak baris lebar sehigga dapat disisipi komentar.
- Setiap halaman diberi nomor halaman dan sebaiknya nomor baris.
- Menggunakan variasi hurup tidak terlalu banyak.
- Penggunaan bahasa harus baik dan benar.
3.2 Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah proses menyusun atau mengembangkan sistem informasi yang baru. Dalam tahap ini harus memastikan bahwa semua persyaratn untuk menghasilkan informasi dapat dipenuhi.
Menurut Barry E. Chusing, tahap perancangan sistem ini terdiri dari dua tahap utama, yaitu: perancangan konseptual; dan perancangan fisik. Tahap perancagan konseptual sering disebut juga perancangan umum, yaitu merupakan tahap yang memerlukan kreatifitas analis sistem. Pada tahap ini analis harus mengetahui apa yang diinginkan pemakai dan bagaimana cara untuk memenuhinya.
Tahap perancangan konseptual dipisahkan menjadi beberapa tahapan, yaitu:
a. Meancang keluaran yang dihasilkan oleh sistem informasi.
b. Merancang penyimpanan data, yang terdiri dari file dan database.
c. Menentukan berbagai proses yang diperlukan untuk menghasilkan informasi.
d. Merancang data atau masukan yang diperlukan oleh sistem.
3.3 Implementasi Sistem
Implementasi sistem akan melibatkan semua pihak, dimulai dari perancang sistem, karyawan sampai ke manajemen. Oleh karena itu, diperlukan rencana yang benar-benar matang, meskipun rencana implementasi sudah ditentukan pada tahap awal penyusunan sistem baru.
Terdapat beberapa kemungkinan reaksi atau tanggapan atas implemenasi sistem baru, antara lain:
a. Karyawan takut dan curiga.
Tanggapan ini biasanya terjadi karena mereka beranggapan bahwa sistem baru akan menganggu kedudukannya selama ini, atau curiga jangan-jangan kedudukannya akan diganti dengan komputer sehingga mereka tidak diperlukan lagi oleh perusahaan.
b. Karyawan menolak adanya sistem baru.
Ini terjadi karena karyawan merasa bahwa selama ini merasa diuntungkan dengan sistem yang lama, sehingga ia tidak mau diganti dengan sistem yang baru.
c. Karyawan setuju dan antusias dengan sistem baru.
Kelompok ini akan lebih mudah diajak bekerja sama untuk menerapkan sistem yang baru.
Terdapat beberapa cara dalam penerapan atau implementasi sistem, yaitu:
1. Perubahan secara langsung.
2. Perubahan secara paralel.
3. Perubahan secara bertahap.
4. Perubahan secara moduler.









BAB 4
SISTEM PEGAWASAN INTERN

3.1 Definisi Pengawasan Intern
Sistem pengawasan intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukurang yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan perusahaan, menjamin keandalan catatan dan data akuntansi, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Dengan demikian tujuan Sistem Pengawasan Iintern ini meliputi
a. Pengawasan akuntansi:
- Menjaga kekayaan perusahaan
- Menjamin keandalan catatan dan data akuntansi
b. Pengawasan administrasi:
- Mendorong efisiensi
- Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
3.2 Unsur-unsur Sistem Pengawasan Intern
1. Lingkungan pengawasan
Lingkungan pengawasan merupakan berbagai factor yang dapat membentuk, memperkuat, dan memperlemah efektivitas dan prosedur dalam auatu organisasi/perusahaan. Hal ini meliputi:
- Falsafah dan gaya operasi manajemen
- Struktur organisasi
- Komite audit/dewan komisaris
- Sistem pangendalian manajemen
- Kesadaran pengendalian
2. Penetapan resiko manajemen
Terdapat beberapa resiko yang biasanya terjadi pada suatu organisasi atau perusahaan, yaitu: kesalahan yang tidak disengaja (terjadi akibat kelalaian pegawai/karyawan), kesalahan yang disengaja (terjadinya manipulasi atau penipuan dan pencurian baik oleh manajer/karyawan maupun pihak lain diluar perusahaan), dan bencana alam.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi berbagai resiko tersebut antara lain:
- Adanya bidang bisnis baru
- Adanya perubahan standar akuntansi
- Perubahan system dan tehnologi yang digunakan
- Hukum dan peraturan baru

3. Sistem informasi dan komunikasi
Untuk menjamin bahwa:
- Transaksi dinilai secara wajar
- Transaksi diklasifikasikan secara wajar
- Setiap transaksi dicatat pada waktu yang seharusnya
- Terjadinya transaksi telah diotorisasi
- Setiap transaksi dimasukkan ke dalam buku kontrol pembantu
4. Aktivitas pengawasan
- Pemisahan fungsi secara jelas
- Prosedur otorisasi yang cukup oleh pejabat yang berwenang
- Penggunaan dokumen bernomor urut tercetak
- Pemeriksaan secara mendadak
- Adanya perputaran jabatan
5. Pemantauan (monitoring)
Pemantauan merupakan proses penilaian kualitas kinerja suatu pengendalian.. Pementauan ini dilakukan untuk menentukan apakah pengendalian telah dapat berjalan dengan baik, atau sebaliknya pengendalian tersebut memerlukan perubahan karena terjadinya perubahan dilingkungan perusahaan.

3.3 Pengaruh Komputer terhadap Pengawasan Intern
Sistem informasi terkomputerisasi dapat mengasilkan informasi dengan cepat dan teliti. Namun yang dihadapi juga lebih besar bila dibandingkan dengan sistem manual. Beberapa pengaruh penggunaan komputerisasi pada pengawasan intern adalah sebagai berikut:
a. Pemrosesan terpusat di satu tempat.
b. Penyimpanan data tidak mudah dimengerti oleh orang lain.
c. Telusuran audit menjadi lebih berkurang.
d. Meniadakan pertimbangan manusia.
e. Komputer dan data menjadi lebih riskan.

3.4 Pengawasan pada Lingkungan Terkomputerisasi
Perusahaan yag menerapkan komputerisasi, maka akan menjalankan dua jenis pengawasan, yaitu: pengawasan aplikasi dan pengawasan umum. Pengawasan aplikasi atau yang sering disebut pengawasan transaksi merupakan pegawasan yang dirancang untuk menjamin bahwa:
a. Semua transaksi telah mendapat otorisasi
b. Semua ransaksi telah dicatat, diklasifikasikan, diproses dan dilaporkan dengan teliti dan benar.
1. Pengawasan Aplikasi
Pengawasan aplikasi terdiri dari:
a. Pengawasan masukan.
Alat pada pengawasan masukan terdiri dari:
- Pemeriksaan visual
- Rancangan formulir yang baik
- Catatan dan dokumen
- Daftar tercetak
- Kode rekening
b. Pengawasan proses
Tujuan pengawasan proses ini adalah:
- Menjamin data diolah secara teliti dan lengkap
- File dan program digunakan sudah benar
- Semua transaksi dan catatan lainnya dapat ditelusuri dengan mudah
Alat Pengawasanya adalah:
- Cek logika proses
- Kontrol setiap proses
- Cek file dan program
- Keterikatan telusuran audit.
c. Pengawasan keluaran
Pengawasan keluaran terdiri dari dua aktivitas, yaitu:
- Mengkaji hasil pengolahan data
- Pengawasan distribusi laporan.
2. Pengawasan Umum
Pengawasan umum dirancang untuk melengkapi pengawasan aplikasi. Pengawasan ini meliputi berbagai prosedur, kegiatan dan penggunaan aktiva yang belum tercakup pada pengawasan aplikasi. Secara singkat pengawasan umum ini meliputi beberapa hal, yaitu:
a. Praktik manajemen yang sehat
b. Pengawasan operasional, meliputi; penetapan standar teknis, penilaian prestasi dan pengambilan keputusan terutama sebagai tindakan korektif.
c. Pengawasan organisasional
d. Pengawasan dokumentasi
e. Pengawasan otorisasi
f. Pengawasan aktiva, meliputi: perhitungan fisik dan penilaian kembali atas aktiva.




















BAB 5
TRANSAKSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


5.1 Sistem Penjualan Kredit
A. Informasi Yang Dibutuhkan Manajemen
- Jumlah pendapatan atas penjualan kredit per jenis produk.
- Jumlah piutang setiap debitur.
- Jumlah harga pokok produk terjual.
- Nama dan alamat pembeli
- Kuantitas produk yang terjual.
- Nama wiraniaga.
- Otorisasi pejabat yang berwenang.
B. Fungsi Yang Terkait
- Fungsi kredit
- Fungsi penjualan
- Fungsi gudang
- Fungsi pengiriman
- Fungsi akuntansi
- Fungsi penagihan
C. Dokumen Yang Digunakan
- Faktur penjualan
- Surat tagihan
D. Catatan Akuntansi
- Jurnal penjualan
- Kartu piutang
- Kartu gudang
- Kartu persediaan
- Jurnal umum


E. Jaringan Prosedur
- Prosedur order penjualan
Fugsi penjulan menerima order dari pembeli, kemudian membuatkan faktur penjualan kredit.
- Prosedur pengiriman barang
Fungsi gudang menyiapkan barang yang sesuai dengan informasi dalam faktur penjualan. Pada saat penyerahan barang, fungsi ini meminta tanda tangan penerimaan barang oleh pembeli pada faktur penjualan kredit.
- Prosedur pencatatan piutang
Fungsi akuntansi melakukan pencatatan ke dalam kartu piutang berdasarkan faktur penjualan kredit yang diterimanya.
- Prosedur penagihan
Fungsi penagihan membuat surat tagihan piutang kepada debitur.
- Prosedur pencatatan penjualan
Fungsi akuntansi melakukan pencatatan transaksi penjualan kredit ke dalam jurnal penjualan
F. SPI
a. Organisasi
- Fungsi penjualan terpisah dari fungsi kredit
- Fungsi akuntansi terpisah dari fungsi penjualan dan kredit
- Fungsi akuntansi terpisah dari fungsi kas
- Transaksi harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, kredit, pengiriman, penagihan, dan fungsi akuntansi.
b. Sistem otorisasi & prosedur pencatatan
- Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan formulir order pembelian.
- Persetujuan kredit harus diotorisasi oleh fungsi kredit.
- Pengiriman barang kepada pembeli diotorisasi oleh fungsi pengiriman.
- Penetapan harga jual, syarat penjualan, pengangkutan dan potongan penjualan berada ditangan direktur pemasaran dengan menerbitkan surat keputusan.
- Terjadinya piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan.
- Pencatatan ke dalam kartu piutang, jurnal penjualan, junal penerimaan kas, dan jurnal umumdiotorisasi oleh fungsi akuntansi.
- Pencatatan terjadinya piutang didasarkan pada faktur penjualan kredit an didukung dengan surat order pengiriman dan surat muat.
c. Praktik yang sehat
- Surat order pengiriman bernomor urut tercetak dan penggunaannya dipertanggung jawabkan.
- Faktur penjualan bernomor urut tercetak dan penggunaannya dipertanggung jawabkan.
- Secara periodic fungsi akuntansi mengirimkan pernyataan piutang kepada debitur.
- Secara periodic dilakukan rekonsiliasi kartu piutang dengan rekening control piutang dalam buku besar.
5.2 Sistem Retur Penjualan
A. Informasi Yang Dibutuhkan
- Jumlah return penjualan menurut jenis produk.
- Jumlah berkurangnya piutang.
- Jumlah harga pokok yang dikemblikan.
- Nama dan alamat pembeli.
- Nama wiraniaga.
- Otorisasi yang berwenang.
B. Fungsi Yang Terkait
- Fungsi penjualan.
- Fungsi penerimaan
- Fungsi gudang
- Fungsi akuntansi

C. Catatan Akuntansi
- Jurnal umum
- Kartu piutang
- Kartu persediaan
- Kartu gudang
D. Dokumen
- Memo kredit
- Laporan penerimaan barang
E. Jaringan Prosedur
- Prosedur pembuatan memo kredit
Berdasarkan pemberitahuan retur penjualan dari pembeli, fungsi penjualan membuat memo kredit yang memberitahukan kepada fungsi penerimaan untuk menerima barang yang dikembalikan, dan bagian akuntasi untuk mencatat pengurangan piutang.
- Prosedur penerimaan barang
Fungsi penerimaan menerima barang berdasarkan perintah dalam memo kredit dari fungsi penjualan, dan membuat laporan penerimaan barang untuk melampiri memo kredit kemudian dikirim ke fungsi akuntansi.
- Prosedur pencatatan retur penjualan
Fungsi akuntansi melakukan pencatatan ke dalam jurnal umum atau jurnal retur penjualan dan ke dalam buku pembantu piutang. Dan dalam prosedur ini bekurangnya harga pokok penjualan dan bertambahnya harga pokok persediaan dicatat oleh fungsi akuntansi dalam jurnal umum dan buku pembantu persediaan.
F. SPI
a. Organisasi
- Fungsi penjualan terpisah dari fungsi penerimaan barang
- Fungsi akuntansi terpisah dari fungsi penjualan
- Transaksi retur penjualan harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, penerimaan, dan fungsi akuntansi
b. Otorisasi dan prosedur pancatatan
- Retur penjualan diotorisasi oleh fungsi penjualan
- Pencatatan berkurangnya piutang karena retur penjualan didasarkan pada memo kredit yang didukung oleh laporan penerimaan barang
c. Praktek yang sehat
- Memo kredit bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
- Secara periodik fungsi akuntansi mengirimkan pernyataan piutang kepada debitur
- Secara periodik didakan rekonsiliasi kartu piutang dengan rekening control piutang dalam buku besar

5.3 Sistem Akuntansi Pembelian

Permintaan Permintaan penawaran pembelian (1) harga (2)
Penawaran harga (3) Order pembelian (4) Penyimpanan barang (6) Penerimaan barang dari pemasok (5)
Laporan penerimaan Penerimaan faktur dari barang (7) pemasok (8)













5.4 Sistem Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
A. Konsep Dasar
Sistem Akuntansi pertanggungjawaban merupakan tahap perkembangan mutakhir cara pengendalian biaya yang tidak hanya terbatas pada biaya produksi saja melainkan meliputi pengendalian biaya non produksi.
Pertanggungjawaban seorang manajer terkait dengan wewenang yang dimiliki untuk dapat mengendalikan sesuatu yang berada di bawah wewenangnya, diantaranya: aktiva, pendapatan dan biaya.
B. Manfaat
1. Sebagai dasar penyusunan anggaran.
2. Penilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban.
3. Pemotivasi manajer.
4. Memungkinkan pengelolaan aktivitas.
5. Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas.
C. Asumsi Perilaku
1. Pengelolaan berdasarkan penyimpangan (management by exception).
2. Pengelolaan berdasarkan tujuan (management by objective).
3. Struktur pertanggungjawaban sesuai dengan struktur herarkhi organisasi.
4. Manajer dan bawahannya bersedia menerima tanggung jawab yang dibebankan melalui struktur herarkhi.
5. Mendorong kerjasama, bukan kompetisi.
D. Rekayasa dalam Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban
1. Sistem Akuntansi pertanggungjawaban tradisional
a. Laporan biaya berisi:
- Nomor kode rekening biaya
- Jenis atau pusat pertanggungjawaban
- Realisasi biaya bulan ini
- Anggaran biaya bulan ini
- Penyimpangan biaya bulan ini
- Realisasi biaya sampai dengan bulan ini
- Anggarann biaya sampai bulan ini
- Penyimpangan biaya sampai dengan bulan ini
b. Sistem pengelolaan informasi
- Didasarkan atas dokumen sumber, dicatat setiap jenis biaya ke dalam buku pembantu biaya. Dan digolongkan ke setiap pertanggungjawaban yang bersangkutan.
- Pengumpulan HP produksi melalui tahap: a) alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi; b) perhitungan HP produksi bagian persiapan, pengolahan dan penyelesaian.
- Perhitungan HP produksi melalui tahap: a) biaya yang langsung terjadi di bagian persiapan; b) biaya BOP dialokasikan dari pusat pertanggungjawaban pembantu ke bagian persiapan.
2. Dalam Activity based responsibility accounting
Dilakukan pemisahan biaya penambah nilai dan biaya bukan penambah nilai.
Tujuannya:
- Dapat memusatkan perhatian pada pengurangan biaya bukan penambah nilai.
- Menyadari besarnya pemborosan yang terjadi.
- Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas.

















BAB 6
CONTOH PERANCANGAN SISTEM INFORMASI



Untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang perancangan dan implementasi sistem berikut ini akan disajikan, yaitu: ”PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBIAYAAN MURABAHAH (JUAL BELI) PADA PERBANKKAN SISTEM SYARI’AH” sebagai berikut:

6.1 Aliran Informasi Pembiayaan Murabahah
Rancangan aliran informasi pembiayaan murabahah diawali dari Nasabah datang ke Bank menyerahkan surat permohonan beserta jaminan ke Bagian Pembiayaan (AO). Kemudian Bagian Pembiayaan memeriksa kelengkapan data, bila data tidak lengkap maka akan dikembalikan lagi ke Nasabah untuk diminta melengkapi data, dan bila data sudah lengkap maka akan diserahkan lagi ke Bagian Pembiayaan untuk dimasukkan dalam file nasabah dan dibuatkan SP3 dan akad, kemudian akan diberikan ke nasabah untuk minta persetujuan.
Bila nasabah setuju maka data itu akan diberikan ke Bagian Administrasi Legal untuk dianalisa. Kemudian hasil analisa semua data jml ang,SP3 dan akad akan diserahkan ke Direktur untuk minta pengotorisasian. Setelah semua data diotorisasi maka akan dikembalikan lagi ke Bagian Pembiayaan (AO).
Kemudian pada Bagian Pembiayaan berdasarkan jumlah angsuran, SP3, akad maka akan dibuatkan lap pinjamana dan slip pencairan, kemudian SP3, akad, laporan pinjaman akan diarsipkan. Slip pencairan, jml angs, SP3, Teller, untuk pencairan uang kemudian bagian pembiayaan akan menerima uang,jml angs, dan SP3 serta slip angsuran yang akan diberikan ke Nasabah.
Nasabah menerima jumlah angsuran, slip angsuran,SP3 dan dana. Berdasarkan slip angsuran Nasabah mengisi slip untuk pembayaran. Yang akan diberkan ke bagian Pembiayaan.


61.1 Rancangan Aliran Informasi
Rancangan aliran informasi ini dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

Sp & Jmn
Sp & Jmn lkp Jml angs, Sp3, Akad Acc
Jml Angs, SP3, Akad Acc

Slip Angsuran





SP & Jmn tidak Lkp
Jml Angs, SP3, akad
Jml angs, Sp3, Akad anls
Jml Angs

Jmlh Angs, Slip Pencairan, Sp3 Jml Angs, SP3, Akad anls



Jmh Angs, Sp3 & Dana Jml Angs, SP3, Akad Otorisasi

6.1.2 Rancangan Diagram Contex

Sp & Jmn
Sp & Jmn lkp
Jml Angs, SP3, Akad Acc Jml Angs, Sp3, Akad Acc

Slip Angsuran





SP & Jmn tidak Lkp
Jml Angs, SP3, Akad Jml angs, SP3, Akad anls

Jml Angs, Slip angs, SP3
Jml Angs, SP3 & Akad
Jmlh Angs, Slip Pencairan SP3



Jmh Angs, SP3 & Dana Jml Angs, SP3, Akad Otorisasi

6.1.3 Alir Dokumen (Flowchart)
NASABAH PEMBIAYAAN (AO) ADM. LEGAL













































T Y












































































DIREKTUR PEMBIAYAAN TELLER





































Keterangan
SP : Surat Permohonana
SP3 : Surat Pemberitahuan
Persetujuan Pembiayaan
Jmn : Jaminan

























----
------- Dana
























-----------Dana














NASABAH










--- Dana





Nas Byr Angs






6.2. Kamus Data
Kamus data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, yang disimpan luar komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi suatu data. Data base mempunyai peranan penting dalam sistem informasi karena berfungsi sebagai penyedia informasi bagi pemakai. Data base terdiri dari kumpulan file-file yang saling berhubungan.
a. Nama Data Base: Nasabah
Nama File : Nasabah
Nama Field Type Size Keterangan
No_Rek
Nm-Nasabah
Alamat
Agama
Pekerjaan
Jmn
Kd_Pby
No_Telp Numerik
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text 12
20
30
10
15
15
6
15 Nomor rekening
Nama nasabah
Alamat
Agama
Pekerjaan
jaminan
Kode pembiayaan
Nomor telpon


b. Nama Data Base: Pembiayaan
Nama File : Pembiayaan
Nama Field Type Size Keterangan
Kd_Pby
H_Beli
H_Jual
Jk_Wkt
Tkt_Imbalan
Jml_Angs
Margin Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text 6
15
15
15
6
15
15 Kode pembiayan
Harga beli
Harga jual
Jangka waktu
Tingkat imbalan
Jumlah angsuran
Margin

c. Nama Data Base : Angsuran
Nama File : Angsuran
Nama Field Type Size Keterangan
No_Kwi
Tgl_Byr
Ang_ke
Jml_Angs
No_Rek Text
Text
Text
Text
Text `12
12
20
15
12 Nomor angsuran
Tanggal bayar
Angsuran ke
Jumlah angsuran
Nomor Rekening


6.3. Rancangan Input
6.3. 1. Rancangan Input Data Nasabah












6.3.2 Rancangan Input Data Pembiayaan














6.3.3. Rancangan Input Data Angsuran









6.4 Rancangan Output
6.4.1 Laporan Data Nasabah

Bank Perkreditan Rakyat Syariah Metro Madani
Kota Metro
No.Rekening Nama
Nasabah Kd_Pby Alamat Agama Pekerjaan Jaminan No.Telp




6.4.2 Laporan Data Pembiayaan

Bank Perkreditan Rakyat Syariah Metro Madani
Kota Metro
Kd_Pby HB HJ Tk.imbalan Jangka waktu Margin Angsuran




6.4.3 Laporan Data Angsuran

Bank Perkreditan Rakyat Syariah Metro Madani
Kota Metro
No.Kwi No.Rek Tgl.Byr Angs_Ke Jml _Angs


6.5 Normalisasi

Data Nasabah: No. Rekening
Nama Nasabah
Alamat
Agama
Pekerjaan
Jaminan
Kode Pembiayan
No. Telepon
Pembiayaan: Kode Pembiayaan
Harga Beli
Harga Jual
Tingkat Imbalan
Jangka Waktu
Margin
Angsuran/ Bulan
Angsuran : No_Kwitansi
No_Rekening
Tanggal Bayar
Angsuran Ke
Jumlah Angsuran







6.5.1. Rancangan Entity Relationship Diagram (ERD)









N
N







I


6.5.2. Rancangan Basis Data

File Basis Data Nasabah
No_Rek Nama_Nsb Alamat Agama Pekerjaan Jaminan Kode_Pby No_Telp



File Basis Data Pembiayaan

Kode_Pby Harga beli Hara jual Jk waktu Tkt Imbalan Jml- Angs Margin

File Basis Data Angsuran
No_kwit
No_Rek Tgl _Pby Angs_ke Jml_angs

6.6. Kebutuhan Sumber Daya
1. Perangkat Keras (Hardware)
Rancangan hardware yang diusulkan untuk dipergunakan dalam implementasi yang dirancang adalah:
a. 1 unit computer intel Pentium IV
b. RAM 5O2 MB
c. Harddisk 30 Giga Byte
d. 1 unit printer
e. Keyboard 108 keys
f. Monitor
g. Mouse
h. CD RW
i. CD ROOM
2. Perangkat Lunak (Software)
Pada rangcangan sistem ini penulis ingin menggunakan metode Pemprograman Visual Basic Versi 6.0 yang merupakan suatu Bahasa pemprograman yang dapat menghasilkan aplikasi yang bekerja pada sistem operasi Windows 95 ke atas.
3. Perangkat Pikir (Brainware)
Untuk dapat melaksanakan sistem yang sudah dirancang, maka diperlukan perangkat pikir sebagai berikut:
a. 1 orang operator
b. 1 orang analis sistem
c. 1 orang progremer

6.7. Rencana Penerapan/Implementasi
Untuk tahap akhir dalam implementasi penerapan sistem yang dirancang, diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang ditentukan. Adapun langkah-langkah untuk penerapan sistem adalah sebagai berikut:



a. Melakukan penerapan sistem sesuai dengan yang direncanakan
Langkah-langkah dalam penerapan sistem ini antara lain:
1. Pemilihan tempat.
2. Analisis sistem
3. Pemilihan operator.
4. Pelatihan operator
5. Pemrograman.
6. Pengujian program.
7. Konversi sistem.
b. Rencana Implementasi
Penerapan sistem yang baru dapat dilihat dalam PERT (Project Evaluation and Revie Technique).
Simbol
Aktivitas Nama Aktivitas Waktu (Hari)
Optimis Likeli Pesimis
A
B
C
D
E
F
G Pemilihan tempat
Analisis sistem
Pemilihan operator
Pelatihan operator
Pemrograman
Pengujian program
Konversi system 3
35
10
33
40
40
42 3
35
10
30
5
7
30 3
43
10
33
40
40
40

D. (30)
A. (3)
F. (7)
B. (35) E. (5)


C. (10) G.(30)

2 komentar:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai accounting system, silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2540/1/Information%20Communication%20Technology%20(ICT)%20for%20Credit.pdf
    semoga bermanfaat

    BalasHapus